Belilah Ikanmu Sendiri Juni 13, 2008
Posted by dwipa99 in Renungan.2 comments
Belilah Ikanmu Sendiri
Masa Musim Semi dan Musim Gugur 770 S.M. sampai 476 S.M.
Seorang perdana menteri yang cakap, Gonsong Yee, gemar sekali makan ikan. Setiap pagi, banyak orang antri di pintu depannya, ingin memberikan hadiah berupa ikan-ikan yang mahal dan lezat kepadanya. Melihat hal ini, sambil merasa salah tingkah, Yee dengan tenang berterima kasih kepada mereka atas kebaikannya tetapi dengan tegas menolak untuk menerima satu pun dari ikan-ikan itu. Kurangnya rasa sopan-santun sosial ini sangat mengejutkan dan menjengkelkan adiknya, yang tinggal bersamanya. Suatu malam sesudah makan, dia dengan rasa ingin tahu bertanya tentang alasan di balik semua itu kepada kakaknya.
“Sangat sederhana,” ungkap si perdana menteri. “untuk menghindari masalah yang mungkin timbul, seorang pria yang bijaksana sebaiknya tidak pernah membiarkan kesenangannya atau hobinya diketahui oleh umum. Aku memang sangat ceroboh dalam hal ini, karena kegemaranku makan ikan diketahui oleh umum. Mengetahui kesukaanku, para pemberi bingkisan itu akan berusaha memuaskanku. Jika aku menerina pemberian mereka, aku berhutang kepada mereka. Ketika membuat keputusan, secara sengaja maupun tidak sengaja aku akan memikirkan keinginan mereka. Aku ingin membelokkan hukum untuk membalas kebaikan mereka. Jika ini berlanjut, aku memiliki resiko tertangkap dan kehilangan kedudukan serta reputasiku. Lalu siapa yang akan peduli untuk memberi hadiah kepada seorang tawanan yang tidak dihargai dan tidak berkuasa ?, Oleh karena itu, aku dengan gigih harus menolak kedermawanan mereka, aku bebas mengatur diriku sendiri. Dengan membuat keputusan yang tepat dan tidak berat sebelah, aku dapat mempertahankan posisiku jauh lebih lama dan tetap akan membeli ikanku sendiri. “Adiknya segera meminta maaf atas pemikirannya yang sempit.
Penghargaan itu di raih, bukan diberikan. Demikian juga kesuksesan. Tidak ada makanan yang gratis di dunia ini. Seseoarang harus selalu bergantung kepada dirinya sendiri, bukan orang lain, karena orang lain mempunyai kepentingan mereka masing-masing.
Sumber : Wisdom’s Way “101 Kisah Kebijakan Cina”
Oleh : Walton C. Lee
Best Regards,
dwipa99
EURO 2008 vs TAHAJUD Juni 13, 2008
Posted by dwipa99 in Renungan.7 comments
EURO 2008 vs Tahajud
Tak pelak lagi gaung pertandingan akbar sepak bola EURO 2008 telah menyita perhatian hampir semua kaum Adam di seluruh dunia. Bahkan anak-anak pun juga ramai membicarakannya. Mulai dari materi pemain, pelatih, logonya “si Trix & Flix”, jam pertandingan, bahkan taruhannya. Setiap pagi para kaum adam yang “GIBOL” ramai-ramai ngumpul untuk saling bercerita tentang pertandingan semalam, bahkan ada yang mengumpat-umpat karena kalah taruhan, atau tim kesayangannya keok.
Ada sisi menarik yang dapat dipetik dari “pesta bola” tersebut. Pertandingan kedua yang disiarkan secara live di beberapa stasiun TV itu bertepatan dengan sepertiga malam terakhir untuk melakukan Sholat Malam bagi kaum muslimin. Coba kita renungkan, setiap malam kita menonton pertandingan yang pertama, kemudian kita tidur sebentar untuk kembali bangun lagi pada waktu pertandingan kedua dimulai. Kantuk yang melanda seakan-akan sirna oleh suara sorak sorai penonton yang ada di stadion.
-
Kalau saja kita dapat sholat Tahajud dulu sebelum “nonton bola”
-
Kalau saja Niatan kita bangun malam yang utama adalah untuk Sholat malam, alangkah mulianya hidup kita.
-
Kalau saja kita dapat melakukan itu pada setiap malam meskipun tidak ada pertandingan sepak bola, alangkah bahagianya hidup ini, karena kita dapat melakukan Sholat Tahajud tiap malam.
-
Kalau saja kantuk yang melanda pada waktu kita bangun pada malam hari itu sirna oleh cinta kita pada Allah SWT, alangkah indahnya hidup ini.
-
Kalau saja kita dapat melepaskan tiga simpul setan ditengkuk kita pada malam itu untuk melakukan Sholat, alangkah bangganya kita akan kebesaran Allah SWT.
Innama a’malu bin niat kata kata itu mungkin telah sering kita dengar, kalau saja kita bisa meluruskan lagi niat kita untuk bangun malam……. alangkah indahnya hidup di dunia ini.
wallohu a’lam bishowab
wassalam
MISTERI “ALAM LAIN” Mei 23, 2008
Posted by dwipa99 in Renungan.4 comments
Pernahkah suatu saat kita bayangkan bagaimana kelak kehidupan setelah kehidupan di dunia ini….?
Barangkali kita tidak pernah mampu untuk berpikir ataupun sekedar menghayal tentang kehidupan di akhirat baik itu di Surga ataupun di Neraka……..kecuali dari apa yang kita tahu dari Ummul kitab AL-QURAN dan AL-HADITS ataupun mungkin dari dongeng guru ngaji kita waktu kecil dulu. Mungkin juga kemampuan manusia seperti kita memang sudah dibatasi oleh Sang Khaliq untuk “tidak mampu” berpikir tentang urusan akhirat, sebab hal itu sudah menjadi hak veto dari-NYA. Tapi daripada kita diam dan tidak berpikir sama sekali, alangkah lebih bergunanya kita sedikit memeras khayalan kita untuk itu, sebab ALLAH sama sekali tidak melarang kita untuk melakukannya.
Mungkin bisa kita mulai dari deretan pertannyaan sebagai berikut :
1. Bagaimanakah kehidupan di alam Barzah nanti…?
2. Masih ingatkah kita akan alam dunia kita pada waktu kita berada di akhirat nanti…?
3. Masih saling mengenalkah kita di akhirat nanti layaknya kita hidup di dunia…?
4. dll…dll…
Saya pribadi sama sekali tidak tahu jawaban dari pertanyaan-pertanyaan diatas selain dari apa yang di Firmankan oleh ALLAH dan apa yang disabdakan oleh Rasulullah SAW. (itupun hanya sebagian kecil he…he…)
Yang jelas logikanya alam barzah dan alam akhirat nanti akan sangat berbeda dengan alam kita saat ini. Di alam barzah kita nantinya akan dalam posisi menunggu hari akhir, entah berapa tahun, berapa ratus, ribu juta, trilyun tahun lagi hari itu akan terjadi. Tapi yang pasti hari itu akan tiba dan selama proses menunggu itu kita nantinya akan menerima sedikit gambaran tentang alam berikutnya yaitu alam Akhirat, dan itu berhubungan dengan apa yang kita perbuat dan jalani pada waktu kita di dunia. Jika kita melakukan ibadah dengan istiqomah dan kita melakukan hubungan sosial dengan baik maka dalam proses menunggu itu kita akan disuguhi “film” yang menggambarkan alam akhirat dengan segala kenikmatan, kemewahan serta berbagai kemudahan fasilitasnya, plus tempat yang VIP di alam Barzah. Akan tetapi jika kita melakukan hal-hal yang dilarang oleh Sang Maha Pencipta, maka kita akan disuguhi “tontonan 4 Dimensi” yang menggambarkan suasana yang mengerikan di akhirat nanti plus sedikit siksaan dari malaikat yang lagi duty di alam barzah itu, (hii… sereeem…) dan itu berlangsung terus menerus selama hari akhir belum tiba.
Yang kedua tentang masih ingatkah kita tentang kehidupan di dunia, pada waktu kita di Akhirat? Jawabnya mungkin “TIDAK” dalam arti apa yang kita perbuat di alam dunia satupun kita tidak mengingatnya selain dampak yang ditimbulkannya, dan selain dari apa yang dicatat oleh malaikat secara detail di “buku catatan pribadi kita”, sebagai gambaran, orang yang melakukan keburukan di dunia maka akan dibangkitkan dalam keadaan hina dan sengsara, sebaliknya orang yang di dunia melakukan perbuatan yang mulia dan selalu bertaqwa, maka akan dibangkitkan dalam keadaan mulia dan dalam lindungan-NYA. Dan yang paling jelas nantinya bahwa orang yang Taqwa akan masuk surga dalam keikhlasan dan rahmat-NYA, sedangkan orang yang buruk kelakuannya akan masuk neraka. Tentang apa yang kita perbuat di alam dunia, kita tidak akan mampu mengelak dari pengadilan yang super adil yang membawakan super bukti dan super saksi dan semuanya “sakti-sakti”.
Yang ketiga, apakah kita masih saling mengenal di akhirat nanti layaknya didunia? jawabnya mungkin juga “TIDAK”, dalam arti kita tidak akan mengenal atau mengurusi lagi urusan orang lain bahkan saudara, orang tua maupun anak. Di dalam Al-Quran telah dijelaskan bahwa pada hari akhir nanti setiap orang akan sibuk dengan urusannya sendiri-sendiri, bahkan seorang ibu yang menyusui anaknya pun melepaskan susuannya karena dahsyatnya hari akhir tersebut. Dari situ kita dapat menyimpulkan bahwa semua orang nantinya akan mengurusi dirinya sendiri-sendiri. Pun di akhirat nanti setiap orang akan di hisab sesuai dengan amal perbuatannya masing-masing. Tanpa mengenal suku, kasta, pangkat ataupun gelar, setiap anggota tubuh orang itu akan bersaksi baik melawan ataupun mendukung orang tersebut.
Lantas kalau kita tidak mengenal satu sama lain, bagaimana dengan amalan yang menyangkut pribadi orang lain? Hal itulah yang perlu kita pikirkan. Barangkali jawabannya adalah bahwa setiap amalan yang menyangkut hajat orang lain maka akan diperhitungkan dan diungkapkan melalui catatan yang ada pada kita, sebab database malaikat itu “super link” dan “super online” dan keputusannya adalah mutlak di tangan “Sang Khalik”.
Coba saja bayangkan kalau kita mengenal satu sama lain, maka akan ruwet jadinya, sebab andaikata saya masuk “surga” (he…he… amiiiin) trus orang tua saya masuk neraka, maka apakah saya tidak menangis meraung-raung untuk memohon kepada Allah untuk memasukkan orang tua saya ke dalam surga, ataupun kebalikannya saya masuk neraka, trus istri atau anak saya masuk surga, apakah mereka tidak akan meronta dan menangis tiada henti melihat hal itu?
Trus satu hal lagi kalau kita saling mengenal satu sama lain di akhirat nanti, jika kita dimasukkan oleh ALLAH ke surga, dan kita diberikan bidadari-bidadari yang “semlohe” dan always “nawarep” (perawan) maka apakah istri kita tidak akan cemburu melihat hal itu? atau bahkan sebaliknya jika istri kita masuk surga juga dan diberikan suami yang “ngguaaaanteng” maka apakah kita tidak akan cemburu melihat hal itu? bahkan ALLAH dalam salah satu Firmannya di Al-Qur’an menjelaskan bahwa kita akan dibangkitkan dalam keadaan paling fit, paling jantan, paling ganteng dan paling sempurna di surga nanti maka logikannya umur kita pada waktu itu kira-kira antara 25th – 35th, maka semua manusia pada waktu itu akan dibangkitkan pada umur segitu, bukan mustahil kita akan lupa dengan siapa kakek, nenek, bahkan orang tua kita sendiri.
Terakhir perlu juga kita garis bawahi bahwa bumi dan akhirat tidaklah “sama”, ibaratnya bumi itu hanya sebesar debu jika dibandingkan akhirat nanti. Lebih pasti lagi bahwa ilmu yang kita miliki tentang “alam lain” hanyalah sebesar air di ujung jarum sedangkan “alam lain” itu sendiri seluas dan sedalam lautan.
wallahu’alam bi shawab
“segala kebenaran datangnya dari ALLAH SWT, segala kesalahan datangnya dari penulis pribadi“
Pring Kuning Manglung Nang Kali April 26, 2008
Posted by dwipa99 in Private Collection.add a comment
PENYAKIT BERDALIH April 26, 2008
Posted by dwipa99 in Rodhok Metuwek.1 comment so far
Ternyata 99% kegagalan datang dari orang yang memiliki kebiasaan suka membuat alasan, demikian kata George Washington. Alih-alih mencari jalan keluar, mereka lebih suka membuat 1001 alasan mengenai kegagalan mereka.Penyakit berdalih ini menurut David J. Schwartz dapat muncul dalam 4 bentuk, yaitu dalih kesehatan, dalih intelegensi, dalih usia, dan dalih nasib.
Dalih kesehatan ini biasanya keluar dengan ucapan : Kondisi fisik saya tidak sempurna, saya tidak enak badan atau jantung saya lemah, dan sejenisnya. Orang sukses tidak pernah menganggap kekurangan fisik sebagai hambatan. Sejumlah besar tokoh-tokoh dunia bahkan mempunyai kekurangan secara fisik. Presiden Amerika ke-32 Franklin Delano Roosevelt menderita polio, Shakespeare lumpuh, Beethoven tuli, dan Napoleon memiliki postur tubuh yang sangat pendek.
Dalih intelegensi ditandai dengan ucapan : Saya kan tidak pintar, dia lebih pandai dari saya, dan sejenisnya. Tanpa bermaksud mengecilkan arti sekolah, anda tidak perlu menjadi professor untuk menjadi sukses.
Dalih usia biasanya ditandai dengan ucapan : Saya kan masih muda, atau saya sudah terlalu tua untuk sukses, dan sebagainya. Padahal tidak ada batasan usia dalam meraih sukses. Bahkan founder Kentucky Fried Chicken memulai usahanya di usia 65 tahun.
Dalih nasib biasanya diucapkan seperti ini : Nasibku memang jelek, ini sudah takdirku, atau kalau jalannya harus seperti ini ya sudahlah, dan lain-lain. Padahal nasib manusia merupakan pilihan sendiri, karena pilihan tersebut diambil dari berbagai pilihan pula yang sudah digariskan oleh Tuhan.
Menyedihkan, melihat betapa banyaknya orang cenderung berdiam diri daripada melakukan apa yang bisa mereka perbuat. POTENSI DIRI TERKUBUR KARENA KEBIASAAN KITA MEMBUAT ALASAN jika suatu pekerjaan tidak berjalan sesuai harapan atau bila hasilnya tidak segera kelihatan. Gaya hidup modern yang dimana-mana serba instant secara tidak langsung telah mempengaruhi kita yang mengharapkan hasilnya instant pula. Kita sering ingin menikmati sesuatu tanpa menanam benihnya dulu misalnya.
Pasti banyak yang sudah mengetahui cerita mengenai ilmuwan besar Albert Einstein yang pernah diusir dari sekolahnya karena dianggap lamban menerima pelajaran. Ia bahkan mendapatkan nilai buruk untuk mata pelajaran bahasa Yunani karena ingatannya yang lemah. Kepala sekolahnya pun pernah menghakimi bahwa Einstein tidak akan pernah sukses dalam apapun yang dikerjakannya.
Thomas Alfa Edison pun setali tiga uang, yang hanya mengenyam pendidikan beberapa bulan saja namun tercatat sebagai pencipta terbesar sepanjang jaman dengan lebih dari 1000 hak paten. Ia gagal di sekolah. Gurunya merasa Edison adalah pemimpi, tidak punya minat belajar, dan mudah sekali terpecah konsentrasinya. Namun dukungan dari ibunya setiap kali ia gagal, memberinya harapan untuk mematahkan anggapan lingkungan terhadapnya.
Jika orang gagal biasa berucap “Tidak mungkin berhasil dengan cara ini”, maka orang sukses lebih suka berkata “Mengapa tidak mencobanya dulu?”. Daripada membuat alasan, orang sukses memilih untuk mencari cara mewujudkan impian. Berdiam diri dan menunggu sampai kesempatan datang padanya, bukanlah sifat orang sukses. Mereka lebih memilih keluar dan menemukan kesempatan itu. Bahkan mereka mampu menciptakan kesempatan dalam kesempitan. Jika anda masih suka berdalih, buatlah komitmen untuk mengubah kebiasaan itu. Jangan biarkan potensi diri kita terbelenggu oleh dalih-dalih tersebut. Theodore Roosevelt pernah berkata, “Lakukan apa yang Anda bisa, dengan apapun yang Anda miliki, di manapun Anda berada”.
Ada sebuah syair dari Afrika yang cukup menarik, judulnya “Perlombaan Saat Matahari Terbit”. Setiap pagi di Afrika, seekor rusa bangun. Begitu ia membuka mata, ia tahu bahwa ia harus berlari lebih cepat daripada singa yang tercepat. Jika tidak, ia pasti akan mati menjadi mangsa. Sebaliknya, setiap pagi seekor singa bangun dan begitu membuka mata, dalam pikiran nya hanya ada satu hal saja, bahwa ia harus berlari lebih cepat dari seekor rusa yang paling lamban. Jika tidak, ia pasti akan mati kelaparan.
Tidak perduli apakah anda adalah si Rusa ataukah si Singa, akibatnya akan sama !
Seharusnya, setiap pagi begitu anda membuka mata, hanya ada satu yang anda pikirkan, bahwa anda harus berlari lebih cepat daripada kemarin, kalau tidak anda akan mati ketinggalan jaman.
Apakah anda siap berlari ? Atau masih jalan santai ?
Sadarlah !! Berlarilah!!
APA YANG PALING…… April 26, 2008
Posted by dwipa99 in Rodhok Metuwek.2 comments
Yang Paling……
-
Apa yang paling dekat di dunia ini…?
Yang paling dekat adalah Kematian
-
Apa yang paling jauh di dunia ini …?
Yang paling jauh adalah masa lalu
-
Apa yang paling besar di dunia ini …?
Yang paling besar adalah Hawa Nafsu
-
Apa yang paling berat di dunia ini …?
Yang paling berat adalah Amanah
-
Apa yang paling ringan di dunia ini …?
Yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan sholat
-
Apa yang paling mudah di dunia ini …?
Yang paling mudah di dunia ini adalah berbuat dosa
-
Apa yang paling sulit di dunia ini …?
Yang paling sulit didunia ini adalah beramal soleh
-
Apa yang paling tajam di dunia ini …?
Yang paling tajam di dunia ini adalah Lidah
-
Apa yang paling tumpul di dunia ini …?
Yang paling tumpul di dunia ini adalah Pikiran
-
Apa yang paling lebar di dunia ini …?
Yang paling lebar adalah Jalan Maksiat
-
Apa yang paling sempit di dunia ini …?
Yang paling sempit adalah Hati
-
Apa yang paling panjang di dunia ini …?
Yang paling panjang adalah Perkataan
-
Apa yang paling pendek di dunia ini …?
Yang paling pendek adalah Raka’at sholat

